Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya dan tidak sedang bermain “dadu”. Bila menciptakan seperti bermain dadu, Mengapa Ia tidak menciptakan manusia atau binatang melata atau tumbuh-tumbuhan lebih dahulu, kemudian menjadikan terang dan gelap dengan apakah ciptaan-Nya itu berpijak?
(1 Korintus 15 : 46-49 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi)
Segala sesuatu ada prosesnya dan tak ada sesuatupun yang tidak melalui proses, entah hal buruk atau baik menimpa kehidupan kita. Namun semua terjadi karena apa yang kita utamakan dalam kehidupan, itulah awal proses yang menimpa diri kita.
Demikianpula dengan menjalin kasih pribadi satu dengan yang lain. Bila terjadi sesuatu hal, renungkanlah di dalam hati, apa yang membuat diri kita mengambil keputusan itu, entah dengan kesadaran, keterpaksaan ataupun kelalaian, kepasrahan, bahkan hawa nafsu?
(Mazmur 4:5 Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa, selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu)
Namun manusia selalu berusaha dan Allah yang menentukannya. Bila Allah yang menentukannya, maka apa yang ditentukan Allah selalu baik adanya.
(Yohanes 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah.)
—————————————————————
Dalam satu tandan pisang, tak semua buahnya matang secara serentak. Ada diantaranya yang masih berwarna hijau tua. Maka, sang petani ada kalanya harus menyimpannya kembali beberapa saat menunggu hingga matang semuanya.
Pisang yang telah matang dan pisang yang terlambat matang, kelak akan memiliki rasa yang sama yakni memiliki rasa pisang. Meskipun waktu untuk menjadi matang pada pisang berbeda-beda…
Begitulah kita tak mungkin semuanya sama. Ada kalanya menurut ukuran kita, suatu masalah dapat diselesaikan hanya dengan beberapa menit saja. Tapi bagi orang lain belum tentu, ia butuh waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan belum sampai pada kesempurnaan. Namun pada akhirnya, hasil yang didapatkan tetap dapat dirasakan.
Dalam hidup ini tak seorang pun sempurna pada bingkai kemampuannya. Karena di antara kita memang tidak sama dan serupa, kita dilahirkan berbeda, hidup di lingkungan berbeda, pada kondisi yang berbeda dan segala hal yang berbeda. Yang mesti diingat adalah bahwa setiap orang memiliki kesamaan keinginan dan memiliki hak yang sama dalam mendapat kesempatan, betapapun itu harus dipergilirkan. Karenanya, percuma saja memperdebatkan suatu ketidaksamaan, perbedaan, dan ketidakcocokan dengan orang lain, karena kita tak akan mendapat titik temu.
Sungguh tak ada yang sempurna di antara kita, maka janganlah rendah diri…semua butuh proses menjadi lebih baik.
semua butuh “Proses………”
)



29 tahun lamanya mengarungi bahtera rumah tangga ..

Komentar Terakhir