Seorang pembuat pensil sebelum mengutus pensilnya ke dunia memberikan
empat pesan. (1) Kamu bisa melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi
hanya jika kamu mau berada di tangan seseorang. (2) Kamu akan
menderita setiap kali kamu diruncingkan, tetapi kamu perlu itu untuk
menjadi pensil yang baik. (3) Bagian yang terpenting dari hidupmu
adalah bagian yang ada di dalam, bukan bagian luarnya. (4) Pada
permukaan mana pun juga, selalu tinggalkan jejakmu dan teruslah
menulis.
Ilustrasi di atas menyimpan kebenaran rohani yang luar biasa.
Pertama, kita memiliki potensi yang luar biasa dan mampu melakukan
hal yang besar. Hanya saja kalau kita membiarkan diri berada di
tangan Tuhan.
Kedua, ada kalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan
peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat
menderita, tetapi mau tidak mau kita akan melewati proses itu demi
kebaikan kita sendiri. Proses pengeratan kedagingan kita akan membuat
karakter ilahi muncul dalam hidup kita.
Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup kita adalah bagian yang
ada di dalam. Jangan pernah terjebak dengan hal-hal yang hanya
merupakan penampilan luar saja. Tuhan tidak pernah tergiur dengan
topeng-topeng kita. Tuhan lebih melihat kedalaman hati kita.
Keempat, di mana pun Tuhan taruh kita, selalu tinggalkan jejak atau
“tulisan-tulisan” yang benar-benar bisa memengaruhi orang yang
membacanya. Jadilah orang kristiani yang berpengaruh dan selalu
meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang bertemu
dengan kita -PK
SUDAHKAH KITA MENJADI PENSIL
YANG MENINGGALKAN GORESAN MENDALAM?


Komentar Terakhir