Enough said.

Harusnya bulan Juni ini adalah bulan bahagia buat saya. Namun semesta justru berkompromi di bulan ini untuk menghadirkan kekecewaan mendalam bagi saya.

Tak ada gunanya lagi marah untuk penyimpangan yang terjadi berulang kali. Masih ada beberapa sisa hari di bulan Juni untuk saya hadirkan kebahagiaan bagi diri saya.

Saya tidak ingin larut dalam kesedihan, namun kecewa itu seperti mutlak bagi saya. Saya lelah memaki-maki diri karena kebodohan diri saya. Cukup sudah.hurt and dissapointed - Google zoeken: pic from here

Dimana Kesempurnaan mu?

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
Rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri. {Taufik Ismail}


Saya tetap akan menjadi diri saya sebaik-baiknya, walaupun orang-orang menganggap saya kurang, kurang dan kurang. Sudah cukup sempurna kah anda?

Mereka menginginkan saya untuk lebih baik, tapi maaf bukan untuk mendapat kehormatan di mata manusia lainnya seperti yang kalian inginkan terhadap saya. Saya ingin terus memperbaiki diri dan tidak ingin dipaksakan. Saya tidak cukup berharga di mata manusia, namun SANGAT berharga hidup saya bagi Allah.

Pic source from here

Celotehan soal hidup (lagi)

Hola 2016!

Baru setelah bulan ke-5 di tahun ini saya menyentuh lagi blog ini. Lagi kepengen nulis tapi gak mau bahas yang berat, karena hidup saya sudah cukup ribet kok :))

Nah pas lagi serius mikirin cicilan ini itu yang bikin kepala saya bisa botak, tetiba ketemu quote ini:

c42dfd7b101c0aedc439de9f9472fc39

Ha ha ha! Ini bener banget gilak.

Yang terpikir adalah “… hidup gue flat bener kayaknya sih…” atau “… kenapa sih masalah yang beginian lagi yang muncul…” atau “… kenapa sih perempuan itu terus yang ribetin hidup gue?”

Yang kalimat terakhir saya agak curhat colongan dikit :))

Kalau udah ngerasa kayaknya masalah itu-itu aja yang muncul dengan tingkat kesulitan masalah yang sama aja, berasa jadi-bodoh-banget-dan-butuh-piknik. Kalau pikniknya belum kesampaian karena masih sibuk sama kerjaan, saya hanya bisa banyak-banyak merenung dan mikirin hidup saya ke depannya mau seperti apa. Dari hasil merenung saya belajar bahwa waktu berjalan terus, umur bakal nambah terus, masalah juga bakal ada lagi dan lagi. Saya gak bisa cuma diem dan stuck hanya karena satu dua masalah, harus ada something yang harus diselesaikan dan ‘sesuatu’ ini baik buat saya dan orang lain.

Celotehan ini muncul mungkin efek dari menuju pertambahan umur yang tinggal menghitung hari lagi hahaha! Bersiap mental menerima wejangan-wejangan dari para tetua yang sudah bisa ditebak isinya apa :)) Ahh well, apapun itu hidup selalu ada enak dan gak enak, kalau lagi dapet yang gak enak belajar me-motivasi diri buat segera keluar dari situasi gak enak karena yang enak sudah menunggu di depan *semacam makanan ya enak dan gak enak :)) *

Salam positive!